| |
Restorasi Film Naga Bonar Naga Bonar untuk Kebangkitan Nasional
Setelah 21 tahun, film Naga Bonar dihidupkan kembali. Jika tidak ada aral melintang, Kamis ini film Naga Bonar akan diputar di bioskop-bioskop di seluruh kota besar di Indonesia. Ya, Naga Bonar, bukan sekuelnya. Film berdurasi 95 menit yang digarap sutradara M.T. Risyaf pada 1987 itu digali dari "kubur"-nya. Diperbaiki di sana-sini. Disajikan ulang untuk ikut memberi sedikit pernyataan pada peringatan satu abad Kebangkitan Nasional. Sebagai sebuah karya, film dengan cerita asli dan skenario yang digubah sastrawan Asrul Sani itu masuk dalam kategori yang tidak lekang oleh waktu. Selalu ada konteks untuk "menghidupkan kembali" Naga Bonar di setiap masa. Dan selalu ada waktu buat kita untuk tertawa menyimak. Begitu banyak adegan dan dialog menarik dalam film terbaik Festival Film Indonesia 1987 ini. Ikhtiar selama tujuh bulan yang hampir bikin putus asa. Naga Bonar versi remastering ini menggunakan fasilitas teknologi dolby surround digital. Proses cetak suaranya dilakukan di Bangkok, Thailand.
[Film, Gatra Nomor 26 Beredar Kamis, 8 Mei 2008] [ Print | Email ]
|
|
| |
Sophan Sophiaan Sosok Bersih Itu Telah Tiada
Sophan Sophiaan mengalami kecelakaan, setelah moge tunggangannya, Harley Davidson, tipe Ultra Light Electric Glide keluaran tahun 2005, terperosok ke lubang di tengah jalan sedalam 15 cm, tepatnya di jembatan Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kecelakaan pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 09.30 WIB itu pun merenggut nyawa pria kelahiran Makassar tersebut. [ Print | Email ]
T2 Pembuktian Non-Instan T2
Yudia Ramlan (Tika) dan Pratiwi Dwiarti (Tiwi), jebolan Akademi Fantasi Indosiar yang tergabung dari duo T2 dengan lagu hitsnya, OK!, berhasil membuktikan bahwa mereka bukan penyanyi instan. Buktinya, mereka berhasil menyabet platinum dari perusahaan rekaman Nagaswara. Bukan saja sukses dalam penjualan CD, tapi juga rekor di-download dalam bentuk ring back tone sebanyak 734 ribu kali. [ Print | Email ]
Dahlan Iskan Sepatu Sopir Dahlan Iskan
Wartawan senior Dahlan Iskan salting mendapat undangan dadakan ke istana. Ia harus mengenakan baju batik lengan panjang dan sepatu pantofel. Urusan baju, meski bukan baju batik, kemeja garis-garis hijau yang dikenakan Dahlan cukup sopan. Karena Dahlan mengenakan sepatu kets, ia terpaksa pinjam dari sopirnya. [ Print | Email ]
Mega: Perhatikan Suara Rakyat
Indonesia Gagal Bendung Cina
Icuk: Taufik Masih Diperlukan
Aceh Jaya Butuh Ribuan Rumah
Kojiro Shiojiri, Dubes Jepang untuk RI
|
|
Jenny Chang Modal Trauma May Jenny
Jenny Chang bermain di film May, yang berlatar kerusuhan Mei 1998. Bintang pendatang baru ini mengaku, dengan membaca naskah film ini saja, sudah membuatnya trauma. Khususnya adegan yang menggambarkan ketakutan May, tokoh utama film ini. Penghayatan peran sebagai May didapatkan mantan pebasket yang jadi model ini, dari pengalamannya selama kerusuhan ini terjadi, 10 tahun lalu di Medan. [ Print | Email ]
Irwandy Yusuf Nyetir Sendiri Irwandy Yusuf
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandy Yusuf mengemudikan sendiri mobilnya, Toyota Rav-4 BL-686-N. Setelah meresmikan Taman Edukasi Tsunami, Irwandy kembali ke mobilnya. "Saya nggak sanggup membayar sopir," ujar Irwandy bekelakar. Meski begitu, ia berharap, banyak pejabat Aceh yang meniru dia. [ Print | Email ]
Melanie Putria Analogi Selingkuh Melanie
Waktu Melanie Putria, penyandang gelar Puteri Indonesia 2002, banyak terkuras untuk tampil sebagai presenter di layar kaca. Meski banyak tawaran sinetron mengalir, pemeran Nurul dalam film Ayat-ayat Cinta (AAC) ini belum punya waktu untuk itu. Bagi kekasih Angga Puradiredja, vokalis Maliq & D'essential, jadi presenter sekaligus main film, ibarat dia lagi pacaran, lalu kepincut dan selingkuh dengan cowok lain. [ Print | Email ]
MUI: SKB Ahmadiyah Mesti Sesuai Hukum
PK III Bom Bali Tak Berbeda
Wirajuda Temui Menlu Cina
Pianis RI Menangi Kompetisi Jazz di AS
Mega `Mengajar` di Gombong
|
|